Senin, 20 Juli 2009

Data-data penunjang "smile campaign"

Fakta – fakta yang sudah terbukti :

- Dari segi kesehatan :


Dibuktikan dalam film Patch Adam. Bagi yang sudah pernah menontonnya, senyum dan tertawa dijadikan sebagai obat penyembuhan alami oleh salah satu tokoh yang bergelar Doktor Kesehatan di West Virginia, Amerika Selatan. Banyak terbukti melalui terapi senyum dan tertawa banyak pasien yang dapat disembuhkan atau sembuh dengan sendirinya.
“Jika tersenyum, otak mereka mengeluarkan seretonin yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka,” sahut Patch Adams begitu kepergok dekan fakultas kedokteran tempat ia kuliah, saat ia sedang mengajak bercanda para pasien di bangsal rumah sakit.
Populernya pendapat Patch Adam tentang penyembuhan melalui senyum dan tertawa itu membuat banyak orang yang mengikuti terapi tersebut.
“Kalau Anda melihat seseorang tanpa senyum, berikan kepada mereka sedikit senyum yang Anda miliki.” menurut pendapat ahli kesehatan dalam majalah Psychology Today.
Karena ketika orang sedang tersenyum, perasaan bahagia orang tersebut dapat mengeluarkan sejumlah zat kimia yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh seseorang. Dan senyum dapat membantu melepaskan beban-beban yang sedang kita rasakan dan juga akan memperlambat proses penuaan. Ajaibnya lagi, hanya dengan pura-pura tersenyum seseorang mendapatkan fungsi atau dampak yang sama dengan orang yang sungguh-sungguh tersenyum. Jadi kita dapat tersenyum meskipun hanya pura-pura dalam keadaan hati apapun. Kepura-puraan sungguh tidak menjadi hambatan dalam kasus ini.

Senyum apabila diimbangi dengan tertawa, akan menghasilkan manfaat yang semakin banyak pula.
Joan Coggin, M.D., seorang kardiolog di University School of Medicine, Loma Linda, Amerika Serikat, menyatakan bahwa anak-anak rata-rata tertawa 400 kali dalam sehari. Sedangkan orang dewasa rata-rata hanya tertawa 15 kali saja sehari. Manusia dewasa kehilangan 385 tawa dalam sehari. Mungkin karena dipengaruhi oleh semakin bertambahnya usia, semakin banyak hal penting yang harus dipikirkan dan dilakukan dengan serius. Seperti pekerjaan / bisnis yang dilakukan sehari-hari. Sehingga semakin sedikit waktu kita untuk tertawa. Padahal tawa juga dapat memberikan relaksasi dan paling tidak mengurangi stress. Jadi sebenarnya tertawa lebih dibutuhkan oleh manusia dewasa.
“Setelah meninggikan sampai jumlah tertentu tekanan darah dan irama jantung, tertawa langsung menurunkannya lagi sehingga sensor-sensor perseptif meningkat dan menyebabkan Anda sanggup menghadapi tugas dengan lebih baik,” tuturnya lagi.
Seorang psikolog Alice M. Isen, Ph.D., dari Cornell University juga berpendapat bahwa mereka yang banyak menonton film komedi mampu secara lebih baik menemukan solusi kreatif dalam memecahkan soal-soal puzzle.
William Fry, M.D., profesor dari Stanford University menyimpulkan bahwa tertawa dapat meningkatkan detak jantung dan memperbaiki sirkulasi di jaringan otot yang membantu perjalanan nutrisi-nutrisi dan oksigen ke dalam jaringan tubuh.
Menurut para ahli diatas, jika kita tertawa terbahak-bahak dalam 20 menit, itu berarti sama dengan lima menit aerobik dalam gerakan mendayung.

Sedang studi yang dilakukan William Fry, M.D., profesor dari Stanford University, menunjukkan bahwa
Menurut para ahli itu, 20 menit terbahak-bahak tertawa, setingkat dengan lima menit aerobik dalam gerakan mendayung.

Inspirasi sumber : http://www.liputankita.com/info-liputankita/rahasia-senyum-berita-liputankita.html

- Dari segi psikologis :

Tau nggak hanya dengan senyuman, dapat diramalkan tentang kebahagiaan suatu pernikahan. Cukup dengan memperhatikan foto dari suami / istri saja, kita sudah dapat mengetahui apakah mereka bahagia atau tidak. Dan hal ini sudah dibuktikan oleh para psikolog dari DePauw University, Indiana.
Mereka telah melakukan riset yang terbukti pada sejumlah orang. Mereka diberikan foto pasangan suami istri, menganalisanya dan diminta untuk memberi nilai 1-10 pada intensitas senyum pasangan tersebut. Ternyata pasangan yang menurut mereka tersenyum dengan intensitas rendah terbukti telah bercerai. Sedangkan mereka yang tersenyum lebih ceria dan terkesan ikhlas, pernikahannya masih bertahan. Penilaian ini berdasarkan tingkat penarikan atau pengangkatan ujung bibir dan kerutan mata.
Kabarnya, mereka yang fotonya sebagian besar cemberut, dapat mengalami potensi bercerai 5 kali lipat dibandingkan yang fotonya tersenyum.
“Mungkin senyuman mewakili sikap hidup positif seseorang dalam menghadapi masa depan,” komentar psikolog Matthew Hertenstein.

Inspirasi sumber : http://netsains.com/2009/04/senyuman-bisa-meramalkan-pernikahan/

- Dari segi teknologi :

- Omron Smile Scan
Di Jepang, telah ditemukan software pendeteksi senyum yang bernama Omron Smile Scan. Alat ini digunakan untuk mengukur senyum seseorang. Di jepang biasanya dipakai oleh perusahaan-perusahaan untuk mengukur senyum para pegawai nya guna meningkatkan kualitas pelayanan terhadap para pelanggan. Setiap sebelum bekerja, wajah mereka akan di scan untuk melihat dan menganalisa setiap senyum berdasarkan karakteristik wajah, diantaranya seperti garis bibir, pergerakan mata dan kerutan wajah yang biasanya terlihat saat tersenyum. Semakin besar senyuman, semakin besar pula nilai presentasenya. Jika menurut komputer, senyum anda kurang atau terlalu serius, maka akan diberikan report yang keluar dari layar komputer.
Setelah itu, bukti print out juga akan terdata dari senyum para pegawai pada hari itu. Harapan perusahaan, agar para pegawai dapat termotivasi setiap harinya untuk dapat selalu menampilkan senyum terbaiknya.
- Smile Shutter
Terdapat juga penemuan kamera yang dapat mendeteksi senyum. Dalam kamera tersebut, ada program yang dinamakan Smile Shutter. Smile Shutter adalah teknologi pintar yang dapat mendeteksi senyuman seseorang dan secara otomatis akan memberi tahu pemotret sebelum gambar diambil sehingga dipastikan tak ada gambar seseorang yang cemberut. Hal tersebut dapat dilakukan karena kamera ini mempunyai sensor yang secara otomatis dapat mengenali objek yang tersenyum.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar